Kesalahan Umum Mengelola Evergreen & Trending Content yang Sering Terjadi

Banyak brand sudah memproduksi evergreen dan trending content, tetapi hasilnya tidak maksimal. Traffic naik sebentar lalu turun, atau konten stabil tetapi sulit berkembang. Masalahnya sering bukan pada jenis konten, melainkan pada cara mengelolanya. Kesalahan kecil dalam strategi bisa membuat konten kehilangan potensi jangka pendek maupun jangka panjang.
Artikel ini membahas kesalahan umum dalam mengelola evergreen dan trending content agar strategi konten lebih efektif dan berkelanjutan.
Tidak Memahami Perbedaan Fungsi Konten
Kesalahan paling dasar adalah menyamakan fungsi evergreen dan trending content. Evergreen content berperan sebagai fondasi jangka panjang, sementara trending content berfungsi sebagai pemicu lonjakan traffic. Ketika brand mengharapkan evergreen content viral cepat atau berharap trending content bertahan lama, strategi akan melenceng sejak awal.
Pemahaman fungsi yang tepat membantu menentukan tujuan, KPI, dan distribusi konten secara realistis.
Terlalu Fokus pada Trending Content
Banyak brand tergoda mengejar viralitas tanpa membangun fondasi konten. Trending content memang mampu mendatangkan traffic cepat, tetapi efeknya sering hilang dalam waktu singkat. Tanpa evergreen content yang kuat, lonjakan traffic tidak berubah menjadi nilai jangka panjang.
Strategi konten yang sehat selalu menyeimbangkan tren dengan konten yang relevan sepanjang waktu.
Evergreen Content Tidak Pernah Diperbarui
Evergreen content bukan berarti konten yang dibiarkan begitu saja. Kesalahan umum lainnya adalah tidak melakukan pembaruan. Data, contoh, dan konteks yang usang bisa menurunkan kredibilitas dan performa SEO.
Dengan memperbarui sudut pandang dan relevansi konteks, evergreen content tetap kompetitif dan mudah terhubung dengan tren baru.
Tidak Menghubungkan Trending ke Evergreen Content
Trending content sering berdiri sendiri tanpa arah lanjutan. Padahal, konten berbasis tren seharusnya menjadi pintu masuk menuju evergreen content yang lebih mendalam. Tanpa internal linking yang jelas, audiens datang dan pergi tanpa interaksi lanjutan.
Menghubungkan evergreen dan trending content membantu memperpanjang durasi kunjungan dan memperkuat struktur SEO.
Memaksakan Tren yang Tidak Relevan
Tidak semua tren cocok untuk semua brand. Kesalahan ini sering muncul karena keinginan “ikut ramai”. Tren yang tidak relevan justru membingungkan audiens dan melemahkan positioning brand.
Seleksi tren yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar cepat mengikuti arus.
Mengorbankan Kualitas demi Kecepatan
Kecepatan memang krusial dalam trending content, tetapi kualitas tetap menjadi penentu kepercayaan. Konten yang terburu-buru, minim riset, atau menyesatkan bisa merusak reputasi brand, bahkan jika sempat viral.
Strategi yang matang tetap menempatkan akurasi dan nilai informasi sebagai prioritas.
Tidak Memiliki Kalender Konten yang Jelas
Tanpa perencanaan, produksi evergreen dan trending content sering tidak seimbang. Brand bisa terlalu fokus pada satu jenis konten dan mengabaikan yang lain. Kalender konten membantu menjaga proporsi, konsistensi, dan kesiapan menghadapi tren.
Evergreen dan trending content akan bekerja optimal jika dikelola dengan strategi yang tepat. Kesalahan seperti salah memahami fungsi konten, tidak menghubungkan antar konten, atau mengabaikan kualitas bisa menghambat pertumbuhan digital. Dengan pendekatan terencana, brand bisa memaksimalkan dampak jangka pendek sekaligus menjaga performa jangka panjang.
Menghindari kesalahan dalam mengelola evergreen dan trending content membutuhkan analisis tren, perencanaan konten, serta eksekusi yang konsisten. Diginusantara membantu brand dan institusi menyusun strategi konten berbasis data, mengelola keseimbangan evergreen dan trending content, serta mengoptimalkan performa SEO dan distribusi digital agar setiap konten memberi dampak nyata dan berkelanjutan.