Gaya “Ngolah” ala Choki Sitohang: Rahasia PR Bangun Relasi

Banyak orang mengira kunci sukses public speaking terletak pada kefasihan dan dominasi panggung. Padahal, interaksi organik di balik layar sering kali menentukan keberhasilan komunikasi yang sebenarnya.
Fenomena “ngolah” komunikasi ala Choky Sitohang membuktikan bahwa kepiawaian mencairkan suasana dengan klien maupun stakeholder VVIP berakar pada seni mendengar dan persiapan yang matang.
Praktisi yang cerdas tidak mengandalkan pendekatan SKSD (sok kenal, sok dekat). Sebaliknya, mereka menjalankan empat langkah strategis berikut yang bisa Anda simak melalui tayangan Youtube @Raditya Dika x Choky Sitohang (01/9/2026).
1. Mulai dengan Riset
Sebelum melangkah ke ruang pertemuan, tim komunikasi perlu mempelajari latar belakang, karakter, dan preferensi lawan bicara. Riset mendalam mengubah arah percakapan biasa menjadi interaksi yang personal dan bermakna.
2. Mengedepankan Empati dan Afirmasi Positif
Komunikasi yang efektif berfokus pada kenyamanan audiens. Menunjukkan gestur hormat, senyum tulus, dan apresiasi nyata dapat meruntuhkan tembok defensif serta mengikis rasa canggung saat berhadapan dengan pejabat atau pimpinan.
3. Bijak Mendengar Sebelum Merespons
Miskonsepsi terbesar dalam komunikasi korporat adalah keinginan untuk terus berbicara. Titik komunikasi yang andal memprioritaskan mendengar secara aktif. Sehingga kemampuan ini membantu tim merumuskan pesan yang presisi, relevan, dan menginspirasi.
4. Menjaga Etika dan Profesionalisme
Dinamika relasi bisnis sering kali menghadirkan tantangan emosional. Gaya komunikasi PR ini tetap memisahkan perasaan pribadi dan tanggung jawab profesional. Dengan itu, mereka menjaga konsistensi layanan demi melindungi reputasi lembaga, merek, maupun perusahaan.
Pada akhirnya, komunikasi strategis bukan sekadar mencari popularitas instan. Kombinasi antara kesantunan nonverbal, riset berbasis data, dan empati yang tulus akan mengubah setiap potensi krisis menjadi peluang repeat order serta kemitraan bisnis berjangka panjang.
Reputasi yang kuat berawal dari komunikasi yang strategis dan pemahaman terhadap persepsi publik.
Oleh karena itu, melalui layanan komunikasi strategis PR, manajemen reputasi, serta social listening. Diginusantara membantu perusahaan memahami percakapan publik dan merancang strategi komunikasi yang lebih tepat.