GEO vs. SEO: Saling Geser atau Justru Sebaliknya?

Munculnya GEO atau Generative Engine Optimization membuat banyak orang berspekulasi bahwa SEO akan tergantikan. Padahal, munculnya GEO tidak serta-merta menggeser atau menggantikan SEO. Justru mereka bersinggungan dalam mengoptimalkan potensi laman artikel.

Fenomena pencarian yang kini semakin umum menggunakan AI mengharuskan perusahaan untuk memastikan visibilitas dan peringkat dalam hasil pencarian online. Sebagaimana menurut data dari SEO.com, ada 58% dari seluruh hasil pencarian di Google menampilkan Ringkasan AI dan lebih dari 2,5 miliar kueri di ChatGPT setiap hari.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui kunci perbedaan dan hubungan GEO-SEO untuk mengoptimalkan strategi laman perusahaan atau instansi. Berikut penjelasan lebih lanjut, dilansir dari SEO.com (15/9).

Kunci Perbedaan

Ada beberapa kunci utama pada perbedaan SEO dan GEO.

1. Pendekatan Konten

Umumnya, fokus ini terlihat dari penggunaan kata atau frasa di pencarian. GEO cenderung menggunakan kalimat percakapan, seperti “Di mana saya bisa membeli sepatu pria warna biru?”. Berbeda dengan SEO yang bergantung pada kata kunci.

2. Wadah Informasi

SEO berfokus pada penyampaian informasi yang relevan dan dapat dipilih pengguna sesuai dengan kebutuhan mereka. Sedangkan GEO, mereka fokus pada penyediaan jawaban langsung dari ringkasan informasi yang sudah mereka bentuk.

3. Tipe Hasil

Meskipun sama-sama mengejar visibilitas, SEO dan GEO bekerja dengan cara berbeda. SEO konvensional berfokus pada peringkat teknis seperti relevansi kata kunci, backlink, dan interaksi pengguna di dalam web. Sementara itu, GEO mengandalkan sebutan brand, keterbacaan data oleh bot AI, serta struktur halaman yang rapi agar informasi mudah diserap sebagai sumber jawaban.

Hubungan GEO dan SEO

Hubungan antara GEO (Generative Engine Optimization) dan SEO (Search Engine Optimization) bersifat saling melengkapi dan berakar pada fondasi strategi yang sama. SEO pada dasarnya menjadi landasan utama yang kuat bagi keberhasilan GEO, sehingga kedua pendekatan ini saling beririsan dalam berbagai praktik optimasi.

Baik mesin pencari konvensional seperti Google maupun platform AI/LLM sama-sama memprioritaskna kualitas konten yang relevan dan memberikan nilai nyata bagi pengguna. Selain itu, struktur konten yang rapi, menggunakan heading, bullet points, serta format yang jelas, sangat memudahkan mesin pencari dan AI untuk memindai serta memahami konteks secara presisi.

Strategi Praktis Menggunakan GEO dan SEO

  • Mulai dari SEO: Pastikan laman website Anda sudah teroptimasi untuk pencarian konvensional dengan kata kunci yang tepat, backlink, dan kesehatan teknis.
  • Tingkatkan GEO: Optimalkan konten untuk AI dengan menggunakan gaya bahasa yang komunikatif, fakta yang terverifikasi, format tanya jawab yang terstruktur, dan penyebutan pihak ketiga.
  • Desain Format: Sertakan video, konten interaktif, dan file PDF untuk meningkatkan visibilitas AI.
  • Membaca Metrik: Pantau tingkat klik untuk SEO dan frekuensi kutipan untuk GEO guna mengukur keberhasilan.

Kesimpulan

Pada akhirnya, GEO tidak menggantikan SEO. Melainkan, membangun fondasi kokoh yang telah SEO letakkan. GEO meningkatkan kinerja SEO dengan memastikan visibilitas di mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang pesat.