Reputasi Tidak Dibangun dalam Sehari, Apa yang Membentuknya?

Dok. Grafis/Ilustasi Freepik.

Reputasi mungkin bisa berubah dalam waktu singkat, tapi membentuknya membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Namun, sering kali reputasi baru terasa penting ketika publik mulai mempertanyakannya. Lantas, apa yang sebenarnya membentuk sebuah reputasi? Berikut penjelasan lebih lanjut, dari Bloomberg Media (01/9).

Reputasi Bukan Hanya dari Kacamata Organisasi

Reputasi bukan hanya sekadar hasil dari kampanye komunikasi lembaga atau instansi, ataupun seberapa sering sebuah organisasi muncul di media.

Bloomberg Media dalam studi Global Corporate Reputation Pulse 2025, menemukan bahwa trust & credibility menjadi pendorong utama reputasi korporasi dalam survei mereka terhadap lebih dari 1.250 pemimpin marketing dan komunikasi di AS, Inggris, Hong Kong, serta Singapura.

Karena itu, membangun reputasi tidak cukup dengan memperbanyak publikasi. Organisasi juga perlu memastikan bahwa tindakan, pengalaman stakeholder, dan komunikasi saling menguatkan.

Apa Saja yang Sebenarnya Membentuk Reputasi?

Reputasi organisasi, terbentuk oleh persepsi stakeholder terhadap organisasi dari berbagai pengalaman, tindakan, dan komunikasi dalam jangka waktu tertentu.

Apa yang perusahaan lakukan sering kali lebih menentukan daripada apa yang perusahaan atau instansi katakan. Seperti bagaimana perusahaan memperlakukan pelanggan, bagaimana organisasi menangani kesalahan, bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan, bagaimana perusahaan menunjukkan sisi konsistensinya, bagaimana perusahaan dapat memaparkan respons yang jelas terhadap stakeholder, dan apakah kebijakan sesuai dengan nilai yang perusahaan komunikasikan kepada khalayak.

Selain itu, isu kepercayaan semakin berkaitan dengan kemampuan institusi menjadi trust broker di tengah masyarakat. Secara global, 70% responden disebut memiliki kecenderungan insular mindset, yaitu lebih ragu mempercayai orang yang berbeda nilai, fakta, pendekatan pemecahn masalah, ataupun latar belakang.

Media Sosial Mempercepat Pembentukan Reputasi

Edelman 2026 mencatat peran suara yang publik percaya di media sosial dalam membangun kembali kepercayaan terhadap perusahaan. Media sosial membuat reputasi semakin terbentuk melalui banyak suara serta persepsi, dan bukan hanya suara resmi dari lembaga ataupun perusahaan dan instansi.

Lalu, bagaimana organisasi membangun reputasi secara konsisten? Ada 4 poin yang dapat perusahaan perhatikan:

  1. Pahami Stakeholder.
  2. Dengarkan Percakapan Publik.
  3. Selaraskan Tindakan dan Komunikasi.
  4. Siapkan Respons Sebelum Isu Membesar.

Closing

Reputasi memang tidak dapat dibangun dalam sehari. Ia terbentuk dari akumulasi keputusan, pengalaman, tindakan dan komunikasi yang terlihat oleh publik juga stakeholder.

Karena itu, menjaga reputasi bukan hanya tentang bagaimana organisasi terlihat ketika sedang mendapatkan perhatian publik. Yang lebih penting ialah bagaimana organisasi bertindak dan berkomunikasi saat sedang tidak ada sorotan.